Bahlil: Pemadaman Listrik Tak Ada Kaitan dengan RKAB Batu Bara

Bahlil: Pemadaman Listrik Tak Ada Kaitan dengan RKAB Batu Bara

HORIZONNEWS.ID — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemadaman listrik di sejumlah daerah tidak terkait pemangkasan kuota produksi batu bara. Kementerian ESDM menyatakan bakal berkoordinasi dengan PLN untuk menangani gangguan pasokan di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia buka suara soal pemadaman listrik yang belakangan kerap terjadi di sejumlah daerah. Ia menegaskan Kementerian ESDM hanya berperan sebagai regulator, sementara implementasi kelistrikan di lapangan dijalankan PT PLN (Persero).

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9). Ia mengaku kementeriannya sering jadi sasaran keluhan warga setiap kali listrik padam.

Dua Daerah Jadi Perhatian

Bahlil menyoroti dua wilayah yang belakangan sering mengalami gangguan pasokan listrik, yakni Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan, pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tersendat akibat fenomena kekeringan El Nino.

Daya yang dihasilkan PLTA di Sulawesi Selatan turun dari 400 megawatt (MW) menjadi sekitar 200 hingga 250 MW. Sementara pemadaman di Kalimantan Tengah terjadi karena ada pembangkit listrik yang sedang diperbaiki PLN.

"Laporan yang saya terima bahwa di Sulawesi Selatan itu kan ada beberapa pembangkit yang memang kita pakai PLTA. Akibat El Nino ini kan daya kekuatan air itu berkurang," ujar Bahlil.

Bantah Kaitan dengan Kuota Batu Bara

Bahlil menepis anggapan bahwa pemadaman listrik disebabkan kekurangan pasokan batu bara imbas pemangkasan kuota produksi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB). Menurutnya, dua persoalan itu tidak saling berhubungan.

"Ini kita fair-fair saja. Enggak ada urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi itu sama RKAB," ujarnya.

Ia menyadari posisinya sebagai menteri membuatnya tetap jadi pihak yang dimintai pertanggungjawaban. Bahlil menyatakan tidak akan menghindar dan akan berkoordinasi dengan PLN untuk menangani rangkaian gangguan tersebut.

"Ya itu konsekuensi, enggak boleh kita lari dari tanggung jawab. Pemimpin itu kan harus berani mengambil tanggung jawab. Nanti kami akan berkoordinasi dengan PLN," ujarnya.

Dirjen Minerba Turun Tangan

Untuk memastikan pasokan batu bara ke PLN tetap aman, Bahlil menugaskan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengurus langsung pengadaan komoditas itu. Tri disebut kini merangkap peran sebagai VP Pengadaan Batu Bara.

"Kalau RKAB batu bara enggak ada isu lagi menyangkut dengan PLN. Sekarang Dirjen Minerba sudah merangkap VP Pengadaan Batu Bara karena pekerjaan sekarang batu bara untuk PLN langsung dikerjakan oleh Dirjen, hampir tiap hari, supaya jangan lagi lampu mati alasan RKAB," ujar Bahlil.

Langkah tersebut diharapkan memutus alasan pemadaman listrik yang dikaitkan dengan kuota produksi batu bara. Koordinasi dengan PLN disebut akan terus berjalan agar pasokan listrik ke masyarakat kembali normal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index