HORIZONNEWS.ID — Penemuan jenazah pria di dalam gardu listrik LRT Pancoran, Jakarta Selatan, hingga Rabu (2/9) belum membuahkan titik terang. Tim Inafis yang telah diterjunkan ke lokasi kesulitan mengenali jati diri korban karena beberapa ciri fisik tidak dapat digunakan sebagai alat identifikasi.
Sidik Jari dan Wajah Korban Tak Dapat Dikenali
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengungkapkan bahwa tim Inafis telah melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan. Namun, kondisi sidik jari korban tidak memungkinkan petugas untuk mengungkap identitasnya.
"Terkait temuan mayat di dalam gardu listrik ya. Jadi hingga saat ini belum diketahui identitas si mayat itu. Karena sidik jarinya tidak kebaca. Kemudian wajahnya tidak dikenali," kata Joko kepada wartawan, Rabu (2/9).
Ia menambahkan, jika sidik jari masih utuh, proses identifikasi seharusnya dapat segera dilakukan. "Kalau Inafis kalau sidik jari masih ada kan tentunya bisa diketahui siapa yang bersangkutan," jelasnya.
Tidak Ada Laporan Orang Hilang
Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan terkait orang hilang yang diduga berkaitan dengan temuan jenazah tersebut. Belum ada pihak keluarga yang datang ke kantor polisi untuk menanyakan anggota keluarganya.
"Sampai saat ini belum ada keluarga yang datang ke Polsek atau Polres untuk mencari, mungkin orang hilang atau apa belum ada," imbuh Joko.
Dugaan Tersengat Listrik Saat Hendak Mencuri Kabel
Jenazah pria tersebut pertama kali diketahui warga setelah tercium bau menyengat dan terlihat banyak lalat di sekitar gardu. Korban ditemukan di lantai dua gardu listrik pada Selasa (1/9) malam.
Polsek Pancoran menduga korban meninggal akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Dugaan ini muncul berdasarkan posisi korban saat ditemukan.
"Naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi," ujar Kapolsek Pancoran Kompol Suminto di lokasi, Selasa (1/9).
Dari tempat kejadian, petugas menemukan sejumlah peralatan yang diduga dibawa korban. "Kira-kira diprediksikan kabel yang mau diambil, karena alat yang dibawa adalah gergaji besi sama kantong plastik," katanya. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan sementara bahwa korban berniat mencuri kabel di dalam gardu.