Jelang Dua Tahun, Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Merah Putih

Kamis, 17 September 2026 | 06:43:32 WIB

HORIZONNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang perombakan Kabinet Merah Putih secara besar-besaran saat pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendekati dua tahun. Evaluasi kinerja kabinet disebut berjalan terus-menerus, dengan fokus utama pada swasembada pangan dan energi. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Prabowo, setiap menteri sudah memiliki waktu cukup untuk membuktikan kemampuan mereka. Dua tahun dinilai sebagai momentum yang wajar untuk mengevaluasi siapa yang layak dipromosikan dan siapa yang perlu diganti.

Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Kepala negara menegaskan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih dilakukan secara berkelanjutan. Meski demikian, ia menilai secara objektif timnya sejauh ini bekerja dengan baik.

"Dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke," kata Prabowo.

Ia menyebut sejumlah kementerian yang tidak berada di garis depan tetap memahami tugasnya dan bekerja dengan inisiatif masing-masing. Prabowo menekankan organisasi pemerintahan harus selalu mencari sosok yang tepat pada posisi yang tepat.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place," ujarnya.

Prioritas Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo memaparkan sejumlah prioritas mendasar yang harus diamankan pemerintah. Urutan pertama adalah swasembada pangan, disusul pengamanan pasokan bahan bakar minyak.

Ia menilai kondisi BBM dalam negeri tidak separah banyak negara lain berkat langkah antisipasi yang dijalankan. Pemerintah juga menyiapkan bahan bakar B50 berbasis kelapa sawit dan pengembangan tenaga surya secara besar-besaran.

"Sebagaimana diketahui kan (bagi) saya yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Jadi swasembada pangan. Habis itu kita harus amankan BBM yang lumayan, minimal sekarang tidak separah banyak negara lain," ujar Prabowo.

Ia menambahkan pemerintah harus memperbaiki aliran uang ke luar negeri yang berlangsung puluhan tahun. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi.

Stunting, Kemiskinan Ekstrem, dan Efisiensi Anggaran

Prioritas berikutnya adalah mengatasi kelaparan anak yang berujung pada stunting serta kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrem. Prabowo menyebut kedua persoalan itu harus segera ditangani.

Setelah itu, pemerintah menyoroti efisiensi anggaran untuk menyelamatkan kebocoran dan mendorong investasi di sektor yang menghasilkan devisa serta lapangan kerja. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Prabowo juga menyinggung soal kompetensi dan kecocokan setiap pejabat pada kementerian dan lembaga. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menghindari penggantian pejabat yang bermasalah.

"Ya kita harus tadi, kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan?," ujarnya.

Momentum Dua Tahun Pemerintahan

Saat ditanya apakah usia dua tahun pemerintahan menjadi momentum tepat untuk perombakan kabinet, Prabowo menjawab singkat. Ia menilai hal itu sebagai sesuatu yang logis.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," kata Prabowo.

Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa opsi reshuffle tetap terbuka. Namun Prabowo tidak menyebut waktu pasti maupun nama menteri yang berpotensi diganti.

Terkini